20 Facts about Me

TOBeeeeee yayyyy

  1. Terlahir dengan nama Rafida Djakiman. Tapi di akte kelahiran, KTP, dan ijasah SD-S1 tercantum Rapida Djakiman
  2. Punya beberapa nama panggilan; Nona, Ida, Fida, Tata, Loen (baca: Lun), dan akhir-akhir ini beberapa teman memanggilku Afika
  3. Anak ke-3 dari 8 bersaudara
  4. Suka membaca sejak kecil
  5. Lebih banyak memiliki buku dibandingkan baju
  6. Gak sabaran dan cepat panik
  7. Bad habit : sering makan mie dengan religiusnya
  8. Sangat suka berbagai makanan olahan dari pisang
  9. Benci keramaian dan gak suka basa-basi
  10. Pecinta laut, pantai, langit biru, taman kota, lampu kota, gunung, kebun teh, gedung-gedung tua, bau tanah & pohon setelah hujan
  11. Tidak terlalu banyak berbicara kecuali merasa nyaman dan tertarik dengan topik yang dibicarakan
  12. Penggemar puisi, film (detektif, sejarah, & komedi romantis), musik klasik, country, dan jazz
  13. Sangat suka sepatu, vintage items, dan home decor
  14. Suka hujan, tapi benci kilat dan petir
  15. Alergi dingin dan debu
  16. Ingin mengulang masa kecil
  17. Suka traveling, tapi hingga saat ini masih banyak tempat yang belum dikunjungi
  18. sangat tersentuh jika dihadiahi puisi, buku, dan hal-hal kecil yang sangat berkesan
  19. Lebih memilih menghabiskan waktu di toko buku, perpustakaan, dan museum daripada di mall
  20. Ingin membangun TK, perpustakaan, dan coffee shop
Advertisements

Dear papa

Dear papa…

Sekarang ini aku sedang menulis di kamar depan sambil memikirkan tentang seorang pria paling sabar yang pernah aku kenal. Seorang pria yang memiliki senyum jenaka dan bersuara merdu. 2 bulan lebih berada di rumah rasanya gak ingin kemana mana. Jujur pa, awal menginjakkan kaki di rumah ini aku sangat ketakutan. Bukan karena aku takut hantu atau apa. Aku hanya takut tak sanggup membendung semua kenangan tentang papa. Bagaimana tidak, semua sudut rumah di rumah ini mengingatkan aku padamu. Dan salah satu hal  yang membuat aku sangat bersedih adalah saat pulang, aku gak menemukan siapa-siapa di rumah. Gak ada papa, mama, caca, kakak, dan adik-adik. Sedih bukan? Saat pulang gak ada satupun orang-orang yang kau sayangi berada di sana untuk menyambutmu.

Pa..

Satu hal yang paling aku rindukan saat pulang adalah sambutan hangat papa. Aku sangat merindukan kecupan sayang di tanganku tiap aku pulang ke rumah. Aku sangat merindukan semua itu pa. Kadang tepat sebelum aku memejamkan mata, aku berpikir dan mengutuk diri sendiri kenapa dulu aku jarang pulang. Kenapa aku begitu tega membiarkan papa dan mama kesepian, menunggu sekian tahun untuk kembali bertemu. Kenapa pada usia 11 tahun aku bersedia tinggal jauh dari rumah. Bukankah lebih baik kita menjalani susah-senangnya hidup bersama-sama?

Papa ku sayang.

Andai papa masih bersama kami, pasti papa juga akan ikut bahagia melihat kehidupan kami semua yang semakin membaik dan gak se susah dahulu. Pasti papa bangga karena kami semua berhasil melewati masa-masa sulit itu. Andai papa ada di sini, kami semua ingin membagi kebahagiaan ini bersama papa. Kami juga sadar bahwa akan selalu ada tantangan ke depannya, tapi kami telah belajar sabar dari seorang guru kehidupan yang sangat menginpirasi dan luar biasa dalam hidup kami, yaitu papa. Papa gak perlu mengkhawatirkan kami.

Istirahat yang tenang di sana ya pa. Selalu doakan kami semua. Semoga Allah selalu menguatkan tangan, kaki, pundak, dan hati kami untuk melewati pahit manisnya hidup ini. Kami juga akan selalu mendoakan papa. :’)

Salam sayang dan rindu

Selalu memiliki dan akan selalu

– your daughter –