#Random

Ada seorang bijak pernah berkata:

Listen to the advice of older people. Not because they are right, but because they have the most experience being wrong.

Seperti halnya diriku yang belajar banyak dari ke dua orangtua ku. Belajar dari pernikahan mereka yang hampir gagal, cara mereka mengasuh dan membesarkan anak-anak, cara mereka berkomunikasi sebagai pasangan, dan belajar dari cara mereka me-manage keuangan. Manusia gak ada yang sempurna, begitu juga dengan ke dua orangtuaku.Tapi aku mencintai mereka apa adanya. Aku mencintai mereka dengan segala kelebihan dan kekurangan mereka. Dan aku memaafkan mereka untuk pola asuh mereka yang kurang tepat, untuk suasana kurang harmonis yang mereka ciptakan di dalam rumah, untuk membawa kami anak-anaknya ke dalam masa-masa sulit. Namun dibalik itu semua, aku juga sangat berterima kasih untuk pelajaran hidup yang mereka ajarkan untuk kami anak-anaknya. Sesungguhnya mereka adalah guru kehidupan yang sangat luar biasa.

Makasih Pa, Ma..

untuk selalu mengajarkan kami berbagi walaupun hanya sedikit yang kami miliki

untuk mengajarkan kami memaafkan orang-orang yang telah menyakiti kami

untuk mengajarkan kami belajar mendahulukan kepentingan orang lain

untuk mengajarkan kami akur sebagai saudara dan saling menyayangi

untuk mengajarkan kami sabar dalam menghadapi masa-masa sulit

dan untuk pelajaran hidup lainnya yang gak bisa kami sebutkan satu-persatu.

We love you ~

Dear papa

Dear papa…

Sekarang ini aku sedang menulis di kamar depan sambil memikirkan tentang seorang pria paling sabar yang pernah aku kenal. Seorang pria yang memiliki senyum jenaka dan bersuara merdu. 2 bulan lebih berada di rumah rasanya gak ingin kemana mana. Jujur pa, awal menginjakkan kaki di rumah ini aku sangat ketakutan. Bukan karena aku takut hantu atau apa. Aku hanya takut tak sanggup membendung semua kenangan tentang papa. Bagaimana tidak, semua sudut rumah di rumah ini mengingatkan aku padamu. Dan salah satu hal  yang membuat aku sangat bersedih adalah saat pulang, aku gak menemukan siapa-siapa di rumah. Gak ada papa, mama, caca, kakak, dan adik-adik. Sedih bukan? Saat pulang gak ada satupun orang-orang yang kau sayangi berada di sana untuk menyambutmu.

Pa..

Satu hal yang paling aku rindukan saat pulang adalah sambutan hangat papa. Aku sangat merindukan kecupan sayang di tanganku tiap aku pulang ke rumah. Aku sangat merindukan semua itu pa. Kadang tepat sebelum aku memejamkan mata, aku berpikir dan mengutuk diri sendiri kenapa dulu aku jarang pulang. Kenapa aku begitu tega membiarkan papa dan mama kesepian, menunggu sekian tahun untuk kembali bertemu. Kenapa pada usia 11 tahun aku bersedia tinggal jauh dari rumah. Bukankah lebih baik kita menjalani susah-senangnya hidup bersama-sama?

Papa ku sayang.

Andai papa masih bersama kami, pasti papa juga akan ikut bahagia melihat kehidupan kami semua yang semakin membaik dan gak se susah dahulu. Pasti papa bangga karena kami semua berhasil melewati masa-masa sulit itu. Andai papa ada di sini, kami semua ingin membagi kebahagiaan ini bersama papa. Kami juga sadar bahwa akan selalu ada tantangan ke depannya, tapi kami telah belajar sabar dari seorang guru kehidupan yang sangat menginpirasi dan luar biasa dalam hidup kami, yaitu papa. Papa gak perlu mengkhawatirkan kami.

Istirahat yang tenang di sana ya pa. Selalu doakan kami semua. Semoga Allah selalu menguatkan tangan, kaki, pundak, dan hati kami untuk melewati pahit manisnya hidup ini. Kami juga akan selalu mendoakan papa. :’)

Salam sayang dan rindu

Selalu memiliki dan akan selalu

– your daughter –