Posted in Thoughts

#Random Thought

Tuhan membuat dunia ini dengan humor. Kita saja yang terlalu menganggapnya serius. – Seseorang –

Iya, serius. Saking seriusnya mikirin hidup sampai-sampai dahi saya sering berkerut. Untung saja ada alam sebagai penyeimbangnya. Dalam percakapan yang panjang, seorang teman sering mengingatkan saya “Jangan terlalu serius mikir Fid.” Jawaban saya cuma “Hehehe” dan kemudian nyengir.

Saya sama sekali enggak pernah menyangka akan terjebak dalam situasi seperti ini di usia 24 tahun. Tau kah apa yang saya bayangkan saat saya berusia remaja? Pada usia 20an saya sudah traveling ke berbagai tempat, memiliki pekerjaan impian, dan menikah pada usia 25 tahun. Dan liat sekarang, saya sedang terjebak pada ketidakpastian, jobless, dan hopeless. Menyedihkan bukan? Jujur saja, saya merasa kasihan sama diri saya sendiri, merasa gak berdaya, dan sedih karena belum berhasil memenuhi impian saya sendiri. Saya enggak peduli dengan tatapan prihatin, cemoohan, atau pendapat apapun dari orang lain. Karena mereka gak tau apapun tentang apa yang telah saya lalui hingga  membawa saya terjebak dalam situasi sekarang ini.

Dan kembali pada percakapan antara saya dan teman. He said “ Fida, pi karja la cari pengalaman banya2. Pengalaman itu yang bentuk ose pung karakter, biking ose ketemu banyak orang, tambah jaringan.” Kemudian saya seperti tersadar dan bangun dari mati suri yang sangat panjang. Saya akhirnya sadar bahwa selama ini saya gak bergerak karena saya takut keluar dari zona nyaman. Karena saya takut saya enggak bisa padahal saya bisa. Karena saya takut enggak bisa memenuhi harapan keluarga saya yang ingin saya bekerja seperti apa yang mereka inginkan. Padahal ini hidup saya, saya yang menjalaninya. Live your life the way you want to Fida!

Advertisements
Posted in Thoughts

Berbahagialah!

Selama kau bisa menatap langit tanpa rasa takut, kau akan selalu bisa menemukan kebahagiaan. – Anne Frank

Beberapa bulan berada di rumah orang tua saya di daerah pesisir membuat hari-hari saya tenang dan bahagia. Bagaimana tidak, setiap sore saya disuguhi matahari terbenam yang sangat cantik dan indah oleh Sang Pencipta. Tiap melihat matahari terbenam serta laut sore yang tenang, perasaan saya seketika dilimuti ketenangan dan kehangatan. Saya bahagia, sangat bahagia. Bahagia yang sudah tidak saya rasakan sejak lama.

Bahagia mungkin bagi sebagian orang adalah sepatu bermerek, gadget mahal, pakaian mode terbaru, atau hal-hal yang bersifat materi lainnya. Tapi saya belajar untuk tidak menggantungkan kebahagiaan pada hal-hal tersebut. Saya belajar untuk bahagia dari apa yang ada di sekitar. Matahari pagi yang hangat, laut sore yang tenang, matahari terbenam, pelangi, langit biru, bau tanah & pohon setelah hujan, hujan, puisi, musik klasik, lelucon yang aneh & konyol, karakter yang ada di buku, dan hal-hal kecil lain yang berkesan. Saya bisa sangat histeris saat melihat laut biru kehijauan. Menitikan air mata saat mendengar puisi yang dibacakan oleh seseorang. Hati saya merasa luas & lega ketika memandang langit biru. Hati saya berdesir saat mendengar suara ombak. Dan rasanya saya ingin menari bersama hamparan padi saat ditiup angin.

Bandung Selatan
Bandung Selatan
Saat matahari kembali ke peraduannya
Hitu-Ambon
Pantai Liang
Pantai Liang-Ambon

Dan saya rasa Anne Frank benar…

Pergilah ke luar, ke alam, nikmati alam dan sinar matahari, pergilah dan cobalah bangkitkan kembali kebahagiaan di dalam dirimu dan iman kepada Tuhan. Pikirkan semua keindahan yang masih tersisa di sekelilingmu, dan berbahagialah.

Berbahagialah!

Posted in Uncategorized

I Need You, Dad

3 bulan udah lewat tapi saya masih merindukan beliau setiap harinya. Kadang saya masih memimpikan beliau. Masih ingin bertemu. Dan masih banyak lagi. Saya tau bukan saya saja di dunia ini yang ditinggalkan, tapi ditinggalkan satu orang ini serasa kehilangan separuh keberanian yang saya punya. Saya benar-benar kehilangan sosok yang selalu membuat saya kuat menghadapi masalah apapun. Saya kehilangan sosok yang selalu meyakinkan saya “Jangan khawatir nak, semuanya akan baik-baik saja.”

i need you, dad!

Posted in Uncategorized

#Random Thought

Sedang mendapat julukan “ms. sombong” dari semua orang. Sahabat SMA, teman kuliah, seseorang yang mendekati saya secara terus-terusan, dan beberapa orang lain di luar sana. Definisi sombong mereka cuma 1: gak pernah balas SMS. Dari lubuk hati yang paling dalam saya bukan tipe orang yang suka SMSan, karena saya gak punya bakat basa-basi.

Sedang menjadi orang yang pendiam dan menjauh dari khalayak akhir-akhir ini. Saya memiliki banyak masalah, dan saya gak terlalu suka membagi masalah saya dengan orang lain. Saya lebih suka menyimpannya sendiri dan pelan-pelan menyelesaikannya. Saya gak ingin seluruh dunia  tau masalah apa yang sedang saya hadapi.

Satu-satunya hal yang saya sukai dari masalah adalah ia membuat saya semakin kuat & bijak. Dan saya berterima kasih untuk itu. Awalnya saya sering mengeluh, tapi lambat laun saya semakin bersyukur. Bersyukur karena saya masih diberikan banyak cobaan dan diasah dengan cara yang berbeda.

Barusan dikirim kumpulan puisi oleh seorang teman. Puisi yang dia buat sendiri. Saya tau puisi-puisi itu adalah permintaan yang cukup merepotkan dan menyita waktu, tapi terima kasih banyak.  🙂

*saat ini sedang turun hujan. and i miss my dad so badly