Posted in Thoughts

Dear Dad

Kematian adalah tidur panjang. Maka mimpi indahlah engkau

1463793685196

Pa…apa kabar di sana? Semoga papa sudah beristirahat dengan tenang, karena tak menanggung lagi segala beban dunia. Semuanya terjadi begitu cepat, pa. Rasanya baru kemarin papa menggendong kami, menyanyikan lagu nina bobo, dan menceritakan kisah-kisah lucu pada kami sebelum tidur. Saya gak pernah menyangka kalau kemarin adalah hari terberat bagi kita semua. Dan hari-hari berikutnya semua masih akan terasa berat pa. Mungkin papa gak akan senang mendengarnya, tapi sungguh, ujian ini begitu berat. Saya gak pernah menyangka prosesnya begitu cepat pa. Kemarin pukul 14.30 WIB saya ditelpon caca, katanya papa koma karena pendarahan otak dan dokter sudah angkat tangan. Rasanya dunia saya berhenti saat itu juga. Lutut saya lemas dan saya cuma bisa histeris. Saya cuma bisa minta maaf sama papa, minta papa kuat, minta papa bertahan karena papa janji akan datang di hari wisuda saya. Setengah jam kemudian caca telpon kasih kabar kalau nafas papa sudah sedikit stabil, badan papa mulai sedikit hangat, tapi papa gak bisa gerak sama sekali, papa hanya mengeluarkan air mata. Saya cukup lega walaupun firasat saya saat itu papa gak akan bertahan lama. Dan benar, setengah jam kemudian setelah azan magrib papa pergi dengan tenang. Saat itu saya cuma bisa dengar suara mama histeris manggil nama papa berkali-kali, berharap papa bangun. Saya cuma bisa dengar suara kakak dan caca nangis tersedu-sedu. Rasanya saya bisa membayangkan apa yang terjadi di rumah sakit saat itu.

Pa, kenapa gak pamit dulu? paling tidak ada ucapan selamat tinggal untuk terakhir kalinya. Saya tau papa ingin pergi tanpa ingin merepotkan kita semua. Papa gak ingin kita semua khawatir, tapi ini berat karena semuanya terjadi begitu cepat pa. Saya cuma bisa dengar cerita dari caca, kakak, dan adik-adik. Mereka gak menyangka malam sebelumnya adalah isyarat perpisahan. Papa hanya memandang caca dan kakak tanpa berkata apa-apa, hanya memandang mereka lama. Seperti ada yang ingin diucapkan tapi mulut papa terkunci. Papa pulang ke rumah membawa telur dan menawarkan menggoreng telur untuk makan malamnya adek. Papa masih ajak mereka bercanda saat paginya mereka mau berangkat kerja dan sekolah. Dan setelah itu, semuanya begitu kabur, papa suda terbaring koma di rumah sakit.

Pa, kenapa papa gak pernah kasih tau kalau papa sakit? saya tau papa bukan tipe orang yang suka merepotkan dan bikin orang lain khawatir. Tapi hidup papa adalah hidup kami, tanggung jawab kami, kebahagiaan kami, dan masa depan kami semua. Rasanya perih mendengar cerita kalau beberapa hari sebelumnya papa ingin pulang ke rumah, rumah yang papa bangun dengan keringat papa sendiri, rumah kita. Ternyata papa sudah menyadari kalau waktu papa akan tiba.

Papa…

maaf, karena selama ini saya jarang mengajak papa ngobrol

maaf, karena saya jarang pulang

maaf, karena saya udah bikin papa khawatir

maaf, karena saya udah bikin papa kesepian

maaf, karena saya belum bisa jadi anak yang baik

maafin saya pa…

Rasanya saya ingin memutar kembali waktu dan menghabiskan banyak hal bersama papa. Kita naik perahu, pergi memancing, dan masak nasi goreng kalau mama sedang pergi. Saya ingin menghabiskan banyak waktu sama papa, 10 tahun mendatang, 20 tahun mendatang, bahkan sampai kita tua bersama. Saya masih ingin kalau di usia saya yang ke 50 nanti papa masih ada di samping saya. Saya masih ingin papa datang di setiap momen penting dalam hidup saya. Saya masih ingin mengembalikan semua yang pernah papa punya. Pa, kenapa begitu cepat? Saya masih ingin bikin papa bahagia

Satu hal yang paling saya syukuri adalah dilahirkan sebagai putri papa. Dilahirkan sebagai putri dari seseorang yang penyabar, penyayang, dan pemaaf. Saya bangga sama papa, dan terima kasih untuk semua hal yang pernah papa lakukan untuk keluarga. Rasanya bersyukur bisa mengenal sosok papa, walaupun hanya selama 22 tahun.

Saya pasti akan merindukan semua kenangan bersama papa. Kebiasaan-kebiasaan papa. Saya pasti akan merindukan kecupan di tangan saya setiap saya pulang ke rumah. Papa adalah papa teromantis di dunia. Papa terbaik dan terhebat yang kita punya.

Duka ini masih menyelimuti kita semua. Tapi Insya Allah kita ikhlas pa. Allah lebih sayang papa karena Allah gak ingin papa lama merasakan sakit. Kematian bisa memisahkan raga kita pa, tapi tidak akan pernah bisa memisahkan cinta anak-anak kepada ayahnya dan seorang istri kepada suaminya. Kita akan selalu merekatkan cinta lewat doa pa.

Papa akan selalu hidup di dalam hati kita semua. Selamat jalan pelaut tabah, suami penyabar, dan papa terhebat.  :’)

Always have and always will ~

– your daughter –

Advertisements