Kuliah Bukan Hanya Logika, Tapi Juga Etika

Minggu lalu, lagi-lagi saya dibuat terhenyak seperti semester sebelumnya, yaitu menyaksikan langsung mahasiswa yang menyontek pada saat ujian berlangsung. Keduanya merupakan mahasiswa dari fakultas yang sama. Memang harus saya akui bahwa ujian kemarin susahnya minta ampun. Sangat minta ampun. Tapi kenapa harus melecehkan diri sendiri dengan melakukan hal bodoh seperti itu?

Akhir-akhir ini saya merasa sangat miris dengan sikap dan perilaku mahasiswa yang sama sekali tidak mencerminkan kalau mereka adalah MAHAsiswa. Well, saya juga mahasiswa, dan saya tidak sempurna. Saya pernah melakukan kesalahan dan saya belajar untuk menjadi lebih baik lagi setiap semesternya. Postingan ini bertujuan untuk mengevaluasi diri saya juga. Sikap dan perilaku yang saya maksudkan disini adalah mencontek pada saat ujian, menitipkan tanda tangan, datang terlambat pada saat perkuliahan, berisik di kelas pada saat dosen sedang menerangkan di depan, meng-copy paste laporan kakak kelas, membuat polusi, BUANG SAMPAH SEMBARANGAN, dll.

Saya tidak pernah habis pikir, bagaimana bisa orang yang berkoar-koar untuk memberantas korupsi, tapi dia sendiri menitipkan tanda tangan,  datang terlambat, dan mencontek pada saat ujian. Bukankah itu merupakan tindakan korupsi juga? Bagaimana bisa ada orang yang mengkampanyekan save environment padahal dia sendiri buang sampah sembarangan. Bagaimana bisa? Apakah selama perkuliahan kita hanya sekedar studying dan bukan learning?

Mari mengoreksi diri bersama-sama 🙂