#Random Thought

Well, I know, saya  seharusnya gak berada di kamar, menulis, dan baca buku. Seharusnya sekarang saya sedang mendaki gunung, saling berpacu dengan malam, menghirup bau pohon pegunungan, dan melihat edelweis. Tapi kenyataannya saya berada di sini, menulis postingan ini. Rencana untuk melihat edelweis gagal! Gak tau kenapa pihak penyelenggara membatalkan rencana mendaki gunung yang notabene sudah direncanakan dari jauh hari. Rasa penasaran saya terhadap edelweis sudah saya kubur dalam-dalam. Hahah, lebay amat ya. Tapi sebenarnya saya bersyukur rencana mendaki gunung dibatalkan, karena kondisi fisik saya gak siap untuk mendaki gunung setinggi itu. Saya kemarin tepar karena migrein parah. Saya alergi debu, kena debu dikit saja sudah bikin saya berbaring gak berdaya di atas kasur. Kaki saya juga lebam sana sini akibat jatuh seminggu yang lalu. Dan selain itu, cuaca hari ini juga gak bagus. Sejak Magrib tadi turun hujan rintik-rintik.

Asrama sangat sepi, hanya terdapat beberapa orang saja. Dan penghuni lantai 1 hanya 2 orang, yaitu saya dan adik kelas. Agak nyeremin sih, tapi pura-pura cuek saja. Kalo ada yang grasak grusuk di luar, saya pura-pura berdehem sekencang yang saya bisa. Saya pura-pura bernyanyi seindah yang saya bisa lakukan, agar siapapun yang ada di luar tahu kalau saya masih belum tidur. Hahaha. Asrama saya punya 2 orang satpam, tapi satpam-nya lebih memilih menjaga di asrama tetangga. Hanya pada jam-jam tertentu saja mereka  mengontrol ke sini.

Saya masih sulit untuk tidur di bawah jam 12. Jam biologis saya berubah sejak menginjak bangku kuliah. Keseringan begadang mengerjakan tugas kuliah terbawa sampe masa-masa liburan yang singkat maupun liburan panjang. Memaksa mata untuk tidur di bawah jam 12 sama halnya seperti memaksa melupakan seseorang yang masih menjadi alasan mengapa saya tersenyum. Susssaaah!

Besok saya akan main ke kota, mau ke toko buku & toko Oku Doku. Dan kalau sempat saya akan mampir ke Istana Bogor, karena lagi open house.  FYI, Oku Doku adalah toko mungil yang menjual semua barang HANYA dengan harga ENAM RIBU rupiah. Saya pernah membeli cangkir mungil, goodie bag, pot bunga, blazer, tempat file, tempat pensil, headset, kotak kado, dan masih banyak lagi  di sana. Mungkin kalau saya berbelanja di toko biasa gak akan mendapatkan barang-barang tersebut hanya dengan harga enam ribu rupiah. Dan barang-barangnya dijamin lucu dan baru. Gak ada barang bekas yang dijual di sana. Besok saya mau membeli kaktus. Setelah akuarium, sekarang saya menginginkan kaktus di kamar saya.

Advertisements

Published by

Rafida Djakiman

librocubicularists📖.ambonese.movie enthusiast

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s