Penelitian – Edelweis – Thailand

Saya merasa ini adalah minggu terbaik buat saya, setelah melewati minggu-minggu yang melelahkan, penuh dengan emosi yang turun naik, dan masalah yang datang silih berganti. Yeah, life will always test me. By the way,  proposal penelitian saya sudah di approved, dan Insya Allah minggu depan saya sudah turun ke lapang. Lega rasanya. Dibalik cerita proposal saya, ada satu fakta yang bikin teman-teman saya tercengang! 2 bulan selama mengerjakan proposal, saya gak pernah menemui dosen pembimbing skripsi. Satu tindakan yang sangat berani. Kemarin saat mau menyerahkan draft proposal, saya mikir lama. Kira-kira dosen PS saya bakal ngamuk-ngamuk gak ya? Ketakutan saya cukup beralasan, karena 2 bulan saya gak bertemu beliau, karena saya gak pernah balas SMS beliau, karena sebelumnya ada teman saya yang didamprat habis-habisan, karena ada teman saya yang proposalnya diganti total. Lebih-lebih topik penelitian saya pernah disinggung di kelas beliau mengajar. Tapi saya tetap pergi menghadap beliau,  karena saya gak mau mencari zona aman untuk gak di “bantai”, saya gak mau lari dari masalah yang menganga di depan mata. I should have to finish my research soon. Mau dosen PS ngamuk-ngamuk dan mencoret-coret hasil kerjaan saya ya gak apa-apa. Menurut saya itulah seni dari bimbingan. Kalo gak digituin, kapan saya belajar? Setelahnya, saat saya masuk ke ruangan beliau, saat beliau tersenyum ke arah saya, saat beliau menanyakan kabar saya (bahkan keluarga saya), dan saat beliau menginterogasi proposal saya, dan saat beliau memberi tanda bahwa minggu depan saya sudah boleh ke lapang, saat itu juga seluruh ketakutan saya luruh bersamaan dengan perasaan lega. Saya merasa sangat konyol, merasa bodoh karena saya terlalu cepat menilai PS saya. I’ve learned something yesterday: jangan berburuk  sangka pada sesuatu yang belum terjadi.

Hari ini, ada kejutan yang datang tak terduga. Sebulan yang lalu saya & teman mengirim abstract untuk conference paper ke Thailand, dan hari ini saya di email bahwa abstract kami diterima. Bahagia! Ini isi email yang saya terima. 😀

Dear CASA Colleague,

Thank you for your abstract submission to the Conference on Anthropology and Sustainability in Asia (CASA 2012).

We sincerely apologize for the delay in providing information regarding registration; however, due to fewer than expected abstract submissions, the organizing committee has decided to re-schedule CASA to December 15-17, 2012 to allow more time to effectuate a proper call-for-proposals.

We shall keep your abstracts on file and welcome your attendance this coming winter. The CASA homepage has been updated to reflect these changes.

Thank you for patience and cooperation.

We hope to see you in Bangkok in December!

Yours sincerely,

Ms Asuka Shibuya

Doakan ya agar mendapat sponsor untuk membiayai kami ke sana. 🙂

Btw, hari Jum’at nanti saya bersama kurang lebih 50 orang lainnya akan mendaki Gunung Gede Pangrango. Tujuan saya mau ke sana satu : liat Edelweis. Ini adalah kali kedua setelah 2007 lalu saya mendaki gunung. Semoga lancar. Nanti saya akan membawa cerita dari atas gunung sana, dan akan saya share di sini. Akan saya foto Edelweis untuk kalian. 😀

Bai bai, I’ll see you soon! 😀

Advertisements

Published by

Rafida Djakiman

librocubicularists📖.ambonese.movie enthusiast

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s