Skripsi

Sore ini saya sedang berada di perpustakaan LSI. Biasa, sedang menunaikan hajat Proposal Penelitian. Yeah, saya masih stuck di proposal penelitian. Tapi saya menikmatinya. Sejak semalam saya merasa sangat bergairah untuk mengerjakan proposal. Hahaha. Keajaiban dunia! Insya Allah Jumat ini saya sudah bisa menyerahkan proposal penelitian saya yang sudah lengkap kepada dosen PS. Gak sabar rasanya untuk teriak “Hellow new chapter, I’m coming!!”. Tapi rasanya saya harus menunggu, karena mungkin harus di coret-coret dulu sama PS saya. Apalah arti skripsi tanpa coretan indah dosen. Right? ;D

Saya sadar, bahwa mungkin saya adalah orang yang lumayan lama mengerjakan proposal penelitian dibandingkan teman-tema saya yang lainnya. Bahkan sudah ada teman-teman saya yang seminar loh sodara-sodara. Saya bangga sama mereka. Selamat guys! :’)

Tapi tentunya tiap orang punya cara dan jalan masing-masing untuk mengerjakan tugas akhir mereka. Sejujurnya saya bangga sama diri saya sendiri. Karena saya mau mengambil resiko untuk keluar dari zona nyaman . Saya rasa, gak semua orang mau berlama-lama dan bersusah payah untuk membaca jurnal internasional dan english text book untuk  bahan penelitian mereka. Dan saya melakukannya. Ini semacam prestasi buat saya, dan juga teman-teman saya lainnya yang  melakukan hal serupa.

Banyak teman-teman saya yang bingung bertanya, kenapa saya belum maju-maju ke tahap selanjutnya? Saya maklum. Tapi menulis skripsi bukan perkara mudah. Menulis skripsi gak sama dengan menulis cerita fiksi, temans. saya gak bisa mengarang bebas di skripsi saya. Butuh proses berfikir yang panjang, matang, dan teliti. Dan gak hanya membutuhkan waktu sehari dua hari.

Selama kurang lebih berapa bulan semenjak judul saya di approve sama PS, baru hari ini saya  menyadari bahwa saya telah belajar banyak hal. Banyak banget. Belajar tentang kesabaran, keberanian, self control, passion, belajar ikhlas, belajar untuk gak merasa cepat puas, dan masih banyak lagi. Dan semuanya membuat saya menjadi jauh lebih matang. Skripsi mendewasakan saya.

Ada teman sekelas PSDA saya yang mengatakan seperti ini:

Saya mungkin gak akan lulus tepat waktu, tapi saya akan lulus di waktu yang tepat!

Dan saya baru menemukan makna dari kalimat itu hari ini. Lulus di waktu yang tepat adalah ketika kita dunia kampus sudah membuat karakter kamu menjadi lebih matang dan siap untuk berkontribusi di masyarakat. Melalui apa? PROSES yang dilalui selama menempuh perkuliahan. Semakin banyak tantangan yang dihadapi, semakin banyak proses yang dilalui, semakin banyak yang dipelajari, semakin kuat karakter yang dimiliki.

Nikmati proses temans, jangan dibawa stres karena hidup hanya sekali!

Advertisements

Published by

Rafida Djakiman

librocubicularists📖.ambonese.movie enthusiast

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s