2 Puluh 2 ; I Called It Happiness

Halo, apa kabar semua? Berasa udah lama nih gak ngeblog. Hehehe

Kemarin tanggal 7 April saya berulang tahun yang ke-22. Wow, 22 tahun loh! Happy Birthday to me!! 😀

22 tahun. Wow, saya gak menyangka telah berada di usia ini. Rasanya kemarin saya masih sangat imut-imutnya, masih lugu, masih cerewet, masih manjat pohon, berenang di laut, dan sekarang saya telah berada di usia 22 tahun. Usia dimana menurut saya sudah mulai harus menyiapkan diri untuk hal-hal yang lebih kompleks lagi. Pekerjaan, karir, menikah, punya anak, ngurus rumah tangga. Yyyaaaak! Rasanya mual membayangkan semuanya. Saya masih ingin bersenang-senang menikmati masa muda, backpacking keliling dunia, nonton konser artis pujaan saya, menulis buku, lanjut master ke luar negri, dan masih banyak lagi. Tapi saya bersyukur pada Allah, karena saya masih diberikan umur panjang, kesehatan, dan usia 22 ini.

Mengawali usia 22, saya merenung tentang banya hal. Tentang semua yang sudah saya lakukan selama ini. Saya flashback lagi ke masa kecil, dan pada saat itu yang terbayang di hadapan saya adalah Mama. Yah, mama. Membayangkan 22 tahun lalu beliau berjuang melahirkan dan membesarkan saya dengan kasih sayang. Dan walaupun beliau bukan tipe mama mama yang merayakan ulang tahun anak-anaknya, tapi saya yakin dari jauh sana beliau selalu mendoakan yang terbaik untuk saya. Saya tau itu Ma, walaupun jarak yang terbentang diantara kita begitu luas, tapi kita selalu merekatkan cinta lewat doa. Dan satu hal yang perlu mama tau, kadang saya bersyukur kita dipisahkan oleh jarak. Karena dengan begitu, saya gak terlalu banyak menyakiti mama lewat bantahann khas anak- anak. I love you Maa…

Hal terbaik saat berulang tahun adalah ketika banyak orang yang ada di sekitar ikut merayakan dan merasakan kebahagiaan kita. Dini hari pada tanggal 7 April kemarin, beberapa teman-teman saya di asrama memberikan kejutan kecil dengan membawakan kue ulang tahun dengan lilin angka 22. Dan malamnya saya dikejutkan dengan kejutan mereka yang lain, kue dengan lilin angka 22, buah jeruk dengan lilin, buah apel dengan lilin. Hahaha. Dan yang membuat saya bahagia adalah, yang memberi kejutan gak hanya teman-teman seangkatan saya di asrama, tapi juga adik-adik angkatan saya yang unyu-unyu itu. They were so sweet! Hahaha. Kami ngobrol di depan kamar sambil makan dan ketawa ketiwi. Rasanya sangat jarang bertemu dengan momen seperti itu. So, I called it HAPPINESS. Saya bahagia. Terima kasih. Saya sayang kalian to the max!!

Terima kasih untuk semua orang yang sudah mendoakan saya, baik itu lewat FB, Twitter, SMS, dan juga telepon. Terima kasih banyak ya. Semoga kalian diberikan kebahagiaan dalam hidup. Amin. 🙂

Advertisements

Published by

Rafida Djakiman

librocubicularists📖.ambonese.movie enthusiast

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s