IKK-FEMA-IPB

Pasti banyak yang bertanya “IKK, departemen apa tuh? emang ada ya di IPB?” hehehe. Banyak yang bingung kenapa bisa di Institut Pertanian Bogor  ada Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen. “Apa hubungannya pertanian dengan keluarga?”.  Pertanyaan pertama saya maklumi. Tapi sampai ada yang bertanya apa korelasinya pertanian dengan keluarga harus saya sarankan untuk bersekolah lagi. Jelas ada! petani adalah bagian dari keluarga. Sederhana bukan?
IKK atau Ilmu Keluarga dan Konsumen merupakan salah satu departemen yang ada di Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) atau biasa diplesetin sama mahasiswa non FEMA sebagai fakulatas emak-emak. *sigh* padahal ni ya, mata kuliah minor atau SC FEMA yang paling laku di kalangan mahasiswa non FEMA. Selain IKK, ada juga Departemen Gizi Masyarakat dan Dep. Sains Komunikasi & Pengembangan Masyarakat. Tapi IKK adalah departemen yang unik dibandingkan departemen dua lainnya. Because, mostly populasinya adalah perempuan a.k.a wanita-wanita tangguh. Subhanallah sekali ya. hehe. Kebanyakan yang masuk di IKK menurut survey pertama kali adalah karena dipilih oleh IPB, termasuk saya. Dan saya yakin bahwa para pria yang masuk IKK tidak ada yang memilih IKK sebagai pilihan mayor. Sungguh miris awalnya melihat mereka menjadi kaum minoritas di kelas. Sampai-sampai ada teman saya yang mati-matian mau pindah ke Dep. Manajemen, tapi gak dijinin sama pihak kampus. Kami yang tidak memilih IKK sebagai pilihan mayor menamai diri kami sebagai anak-anak yang tersesat di jalan yang benar. Banyak cerita-cerita unik selama kuliah dan menjadi mahasiswa IKK angkatan 45. Tapi satu yang saya ingin katakan sejak awal adalah SAYA BERSYUKUR MENJADI MAHASISWA IKK. Dan saya berterima kasih pada Tuhan untuk itu. 🙂

Di IKK, kami belajar banyak hal. Belajar tentang kesejahteraan keluarga, ketahanan keluarga, psikologi anak, parenting, ilmu konsumen, pendidikan holistik, karakter, dan masih banyak lagi. Dosen-dosen yang ada di IKK sebagian besar dosen-dosen hebat lulusan luar negri. Saya bersyukur karena ilmu yang saya dapatkan tidak hanya untuk diaplikasikan ke masyarakat saja, tapi buat kehidupan pribadi saya juga. Beli satu gratis satulah. Banyak yang underestimate sama Dep. IKK, tapi itu gak membuat kami sebagai mahasiswanya jadi minder atau apa, justru kami makin bangga. Bangga karena kami lebih berkarakter (menurut survey pribadi) dibandingkan mahasiswa departemen lainnya. Bahkan para pria dari departemen lain melabuhkan hatinya (cieeee) pada para wanita IKK yang dijuluki dengan calon istri bersertifikat *agak geli ngetiknya* bhahahhah 😀

Mahasiswa IKK juga banyak menunjukan prestasinya, mulai dari tingkat fakultas, IPB, nasional, sampai internasional. Justru sekarang saya merasa bahwa ilmu yang ada di Dep. IKK lah yang paling dibutuhkan oleh bangsa ini, melihat semakin merosotnya nilai-nilai moral akibat salah pengasuhan, karakter yang bobrok, butuhnya penerapan pendidikan berbasis karakter & holistik, dan masih banyak lagi. Ilmu kami dibutuhkan untuk menanamkan karakter pada anak sejak dini untuk tidak menjadi koruptor. Kami memang beda, tapi kami mendunia. Seperti halnya slogan fakultas kami, MEMBUMI DAN MENDUNIA. 🙂

Building human capital, making for the better life. IKK go IKK!

* Saya sendiri memiliki ambisi besar dalam dunia pendidikan. Saya ingin mengembangkan pendidikan karakter berbasis  holistik & budaya di Maluku. Amin 🙂
Advertisements

Published by

Rafida Djakiman

librocubicularists📖.ambonese.movie enthusiast

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s