Buanglah Sampah Pada Tempatnya = Easy?

Kita semua pasti udah gak asing lagi sama slogan “buanglah sampah pada tempatnya”. Dan semua dari kita pasti tau bahwa lebih mudah bagi kita manusia untuk berlisan daripada bertindak. Yupz! saya 100 persen yakin itu.

Kali ini saya gak akan membahas banyak tentang sampah atau pengaruh sampah terhadap lingkungan, atau bahkan berbicara tentang global warming. Karena menurut saya kita semua udah paham betul tentang semua itu. Tapi saya hanya ingin bertanya bahwa berapa banyak dari kita yang buang sampah pada tempatnya? berapa banyak dari kita yang sadar bahwa sampah harus dibuang pada tempatnya? Gak banyak! bahkan kita butuh bantuan orang lain untuk menyadarkan kita tentang perilaku membuang sampah pada tempatnya.

Beberapa hari yang lalu, saya cukup dapat pelajaran yang berharga mengenai perilaku membuang sampah. Singkat cerita, saya datang menumpang menggunakan wifi yang ada di fakultas C, yang kebetulan sangat dekat dengan asrama yang saya tinggal. Beberapa menit berjalan, tiba-tiba datang seorang ibu (staf fakultas C) yang mendamprat saya habis-habisan. Beliau menuduh saya yang mengotori tempat yang saya duduki dengan sampah-sampah makanan. Helo buk, saya hanya datang membawa laptop + 1 botol air mineral yang masih penuh, dan saya belum sampai lima menit berada di tempat ini. Bagaimana bisa saya mengotori tempat yang saya duduki dengan sampah-sampah makanan yang udah lama? Setelah mendamprat saya, beliau membentak saya dan nyuruh saya buat mungutin semua sampah yang ada disitu termasuk sampah kayu (ini fakultas atau apa?). Walaupun saya emosi karena dituduh dan dibentak, saya memilih bungkam dan buang semua sampah yang ada disitu.

Intinya, pelajaran yang saya dapatkan adalah: Pertama, kita harus saling mengingatkan untuk membuang sampah pada tempatnya, dengan cara yang baik dan benar (kalo kayak si ibu namanya ngajak berantem :p). Kedua, walaupun sampah yang ada bukan milik kita, kita tetap punya kewajiban untuk membuangnya. Ketiga, kita harus buang sampah pada tempatnya, hehhe. Maksud saya adalah, kalo kita buang sampah sembarangan, kita gak hanya merugikan lingkungan tapi juga orang-orang yang ada di sekitar kita. Saya walaupun kesal tapi mengerti betul apa yang dirasakan oleh ibu tersebut. Dia merasa rugi dengan sampah-sampah yang berserakan, padahal disisi lain dia sendiri buang sampah pada tempatnya.

Saya sendiri, walaupun belum sepenuhnya menerapkan buang sampah pada tempatnya, tapi saya belajar. Saya rela tas saya dijadikan tong sampah untuk menampung semua sampah yang saya punya kemudian akan membuangnya kalo udah ketemu tempat sampah. Dan hari itu saya belajar bahwa saya juga punya kewajiban untuk membuang sampah yang saya temukan dimana saja, walaupun itu bukan sampah saya. Terima kasih ibunya. ;D

Advertisements

Published by

Rafida Djakiman

librocubicularists📖.ambonese.movie enthusiast

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s