Soul Sister

Soul sister is :
a) A female who fully understands you, like a sister, but with no blood relations.
b) She is your soulmate, but with no sexual feelings at all.
c) Some one who’s soul and yours are so close, its like your sisters.

~ Evita Nuh ~
I present you my soul sister…

Dia adalah teman, sahabat, dan kakak buat saya. Orang yang paling saya rindukan di asrama kalau dia sedang bepergian jauh ke suatu tempat. Kita seolah-olah dapat membaca pikiran satu sama lain. Kita selalu melakukan hal-hal konyol dan spontan. Dia gak pernah mencela apa yang saya pakai. Dia gak mencela selera vintage saya. Dia orang paling asik di ajak kemanapun. Saya dan dia memiliki beberapa kesamaan,  salah satunya adalah kita berdua kuliah dari duit beasiswa. Dia adalah salah satu wanita terkuat yang pernahsaya kenal. Dia sangat menginspirasi saya dalam hal apapun, terutama mengenai hubungan dia dan pacarnya yang bikin iri. Mereka bisa awet bertahun-tahun booo!! envi you.. xzoxox

She is my best partner. 🙂

Advertisements

1 Sore & 1 Senja

Sore itu, aku tak melupakannya. Duduk berdua di belakang jok penumpang, membiarkan diri kita dibawa laju kendaraan yang membelah jalanan Jakarta. Hanya kita berdua. Kau yang sedang asik dengan buku, kekasih abadimu. Sementara aku? aku duduk manis disampingmu sambil sesekali mencuri pandang ke arahmu, untuk melihat mata teduh itu. Mata yang menyimpan harapan dan dunia di dalamnya. Selebihnya kita hanya diam. Entah kenapa kita sering diam, pasrah, membiarkan pikiran kita diburaikan oleh waktu. Tapi aku menyukai diam. Karena aku dapat dengan leluasa merindukan kamu. Merasakan bagaimana merindukan kamu dalam jarak yang sejengkal.

**

Ingatkah kamu toko buku yang ada di sudut jalan itu? yah, toko buku itu. Tempat dimana kita menghabiskan waktu untuk menjemput senja. Perlahan kita merangkak pelan ke arah buku-buku yang tersusun rapi. Membuka bagian demi bagian dari buku-buku itu, berharap menemukan apa yang kita cari. Tanpa sadar, waktu mendapati kita sedang tertawa di salah satu sudut rak buku karena puisi yang kita baca. Dan kau menutup cerita kita dengan (tanpa sengaja) merusak salah satu rak kecil. hehehhe. Tenang saja, aku tidak akan membocorkannya pada siapa-siapa. Aku akan menyimpannya sendiri. Atau biarlah menjadi rahasia kecil kita berdua saja, rahasia kecil yang manis.

**

Pada akhirnya waktu membawa kita pada satu senja yang kita lewati bersama di atas halte yang tak jauh dari tokoh buku yang tadi kita singgahi. Kembali kita diam, sambil menonton setiap gerak gerik manusia yang sibuk dengan dunianya masing-masing. Ada yang menggerutu karena macet, ada yang mengumpat karena busway tak kunjung datang, dan ada yang memilih diam, seperti kita. Satu hal yang paling aku benci adalah menunggu. Tapi entah kenapa berjam-jam menunggu bersamamu pada saat itu terasa menyenangkan. Andai saja aku tau itu adalah senja terakhir…..

***

Untuk seseorang… Terimakasih untuk satu sore dan satu senja di langit Jakarta. 🙂