Who Am I

“Who am I, you ask? I am made from all the people I’ve encountered and all the things I have experienced. Inside, I hold the laughter of my friends, the arguments with my parent, the chattering of young children, and the warmth from kind strangers. Inside, there are stitchings from cracked hearts, bitter words from heated arguments, music that get me through, and emotions a cannot convey. I am made from all these people and moments. That is who I am.”    – Ming D. Liu –

Advertisements

#Random Thought

Mengalami berbagai peristiwa buruk tentu saja sama sekali tidak mengenakkan.Kasir yang ceroboh,uang selembar raib entah kemana, dan kemudian kena tilang dan harus membayar denda.Sempurna bukan? Hahah! Namun setiap hal buruk datang, saya selalu mengingatkan diri“This is just a bad day, not a bad life”dan kemudian tertawa. Tawa yang penuh kegetiran namun bersamaan dengan perasaan lega. Lega karena saya mampu tertawa di saat masa-masa yang kurang menyenangkan dan hidup saya tidak hilang keseimbangannya.

Saat berada dalam situasi yang kurang menyenangkan, sebisa mungkin saya belajar untuk tidak mengeluh. Saya belajar untuk melihatnya dari sudut pandang positif dan mensyukuri apa yang saya alami. Saya bersyukur bahwa saya tidak mengalami hal yang lebih buruk daripada itu. Bahwa Alhamdulillah saya masih kena tilang karena tidak menggunakan helm dan tidak memiliki SIM, dan bukannya mengalami kecelakaan lalu lintas. Alhamdulillah karena hanya satu lembar yang raib dan Allah masih mencukupkan saya dengan rejekiNYa hingga saya masih punya tabungan, saya masih bisa makan roti susu keju kesukaan saya dan masih bisa meneguk secangkir susu cokelat hangat sementara banyak di luar sana harus berjuang untuk makan. Alhamdulillah saya masih dihadapkan dengan kasir yang ceroboh sehingga saya belajar untuk lebih teliti.Saya bersyukur bahwa selalu ada pembelajaran yang Allah selipkan di setiap peristiwa yang saya alami.

 

#Simple Pleasures : Bakery

Nothing says home than the smell of baking

buat blog
source : pinterest

Salah satu kegemaran saya akhir-akhir ini adalah nongkrong di toko roti yang juga kadang menjadi tempat nongkrongnya kids zaman now. wkwkw. Selain beberapa jenis roti, toko ini juga menjual berbagai varian ice blended yang rasanya lumayan lah bahkan bisa dibilang biasa aja. Tapi, roti buatan toko ini rasanya saya acungi jempol. The best in town! 

Selain rotinya yang enak , salah satu alasan lainnya saya betah duduk berlama-lama di toko roti ini adalah karena saya senang mencium aroma roti yang ada di panggangan. Aromanya yang wangi dan segar menyeruak ke seluruh ruangan dan saya bisa merasakannya sampai ke hati. Saya merasa tenang dan hangat. The smell of fresh baked bread make me happy…

#Simple Pleasures : Sepeda

5d88020b96ac85364315ccb794cb1a2e
source: pinterest

Sejak Sabtu kemarin, saya memutuskan untuk mulai bersepeda lagi. Walaupun gak setiap hari, setidaknya 3 atau 4 kali dalam seminggu saya membuat agenda untuk bersepeda pada sore hari saat weekdays dan pagi hari di saat weekend. Bersepeda sembari menikmati udara yang sejuk, menghilangkan kepenatan di taman kota sambil membaca buku, mengamati berbagai gerak gerik manusia yang juga ikut bersantai di taman atau yang saya temui saat berpapasan di jalan merupakan keistimewaan yang sangat saya rindukan. Saya rindu hal-hal sederhana semacam itu. Hal-hal sederhana yang membuat jiwa saya sehat dan bahagia.

When in doubt, ride your bike and enjoy the simple beauty of the world!

Memantaskan Diri

d8db8d6f1295b3d4da696fe66cc33400

Resiko menjadi wanita single adalah sering dihujani pertanyaan “kapan nikah?” dan berbagai tuduhan lainnya seperti terlalu pemilih, masih ingat mantan, belom laku-laku dan berbagai  tetek bengek lainnya. Have a life! Hahaha

Sering mengalami patah hati membuat saya memiliki pandangan yang  jauh lebih luas dalam memahami bagaimana seharusnya sebuah hubungan dapat bekerja dengan baik. Campur tangan Allah, Sang Maha Pemberi Cinta. Saya bukannya mau bersikap sok religius, tapi itu benar adanya. Semakin kita dekat denganNya, maka akan semakin kita didekatkan satu sama lain. Didekatkan dalam ikatan yang halal di bawah naungan RidhoNya.

Dan saat ini, saya tidak ingin memiliki hubungan dengan siapapun bukan karena saya masih belum bisa melupakan mantan saya, tapi karena saya hanya ingin memperbaiki diri. Saya ingin memperbaiki shalat saya agar Allah memudahkan segala urusan hidup saya. Saya ingin memperbaiki sikap saya agar saya makin sabar lagi dan belajar untuk memahami pasangan saya nantinya. Saya ingin memperdalam lagi ilmu parenting dan ilmu agama saya agar bisa menjadi ibu yang baik untuk anak-anak saya kelak.

 

Letting Go

cropped-2016-08-29-12-44-31-1.jpg

To let go isn’t to forget, not to think about, or ignore. It doesn’t leave feelings of anger, of jealousy, or regret. Letting go isn’t winning, and it isn’t losing. It’s not about pride, and it’s not about how you appear, and it’s not obsessing or dwelling on the past. Letting go isn’t blocking memories or thinking sad thoughts, and doesn’t leave emptiness, hurt, or sadness. It’s not giving in or giving up. Letting go isn’t about loss and it’s not defeat. To let go is to cherish memories, and overcome and move on. It’s having an open mind and confidence in the future. Letting go is accepting. It’s learning and experiencing and growing. To let go is to be thankful for the experiences that made you laugh, made you cry, and made you grow. It’s about all that you have, all that you had, and all that you will soon again. Letting go is having the courage to accept the change, and the strenght to keep moving. Letting go is growing up. It’s realizing that the heart can sometimes be the most potent remedy. To let go is to open a door, and to clear a path, and to set you free. – Unknown –

 

#Simple Pleasures : Lampu Jalan & Senja

Processed with VSCOcam
Nature : cheaper than therapy

Sabtu kemarin adalah salah satu hari yang sangat melelahkan buat saya. Betapa tidak, beraktivitas sejak pagi hingga sore dengan sedikit jeda untuk beristirahat (tapi tidak dengan pikiran saya) membuat energi saya benar-benar terkuras. Setelah selesai dengan kegiatan pengayaan materi untuk para guru, saya kemudian berkendara untuk menikmati sedikit udara segar. Dan kemudian saya mendapati pemandangan yang membuat saya diam terpaku. Lampu jalan, langit, dan senja berpadu dalam suasana Magrib yang begitu syahdu. Seketika semua rasa lelah saya menghilang, pikiran saya kembali waras,  dan hati saya begitu damai. Ternyata bahagia bisa sesederhana ini :’)